Jarak bukan lah penentu suatu hubungan

Assalamualaikum gays perkenal kan saya Vino. Saya ingin menceritakan tentang keyaaa wanita hebat ke dua setelah ibu saya. Dahulu, aku pernah berpikir bahwa cinta itu adalah sesuatu yang indah. Tak peduli seberapa jauh jarak dan seberapa lama waktu yang dipisahkan, cinta akan tetap selalu indah dan menarik di mata orang yang percaya akan cinta. Aku termasuk salah satu orang yang percaya bahwa cinta itu indah, aku pun tak pernah memandang cinta hanya karena paras seseorang atau memandangnya dari sisi materi, karena yang aku tau cinta larut dalam isi hati tulus. Menurutku, cinta bisa datang kapan saja, dimana saja, dan dengan siapapun itu. Cinta itu adalah hal magis yang bisa mendatangkan berbagai rasa, hanya saja kita tak pernah membayangkan bagian pahit dari cinta, ya.. sama seperti diriku yang tak pernah membayangkan pahitnya rasa yang diberikan dari cinta dan inilah seperempat bagian pahit dari kisahku. Pada bulan Juli kemaren, aku berkenalan dengan seorang wanita dari tik tok, aku berkenalan dengan nya lewat media sosial, pada awal nya aku hanya berniat menambah banyak teman di dunia maya, yaa agar gawai ku ini tidak terlalu sepi saja. Ada dering yang menunjukan notifikasi chat dari sosial mediaku, ternyata ada seseorang yang mengajakku berkenalan. "Keyaaa", ya namanya Keyaaa, seorang berparas manis dengan gaya ketikan yang khas, yang membuatku menjadi terhipnotis dan menjadi luluh. Kau pasti tak akan percaya bila Keyaaa semanis dan selucu demikian, akan aku ceritakan tentangnya. Setelah beberapa hari berkenalan dengannya lewat sosial media akhirnya kami berpindah ke aplikasi chat yang lain agar bisa lebih dekat. Semakin hari kami semakin dekat dan perilaku dia kepadaku juga semakin berbeda, kini ia semakin rajin mengabariku serta sering bercerita tentang hal-hal kecil. Memang kami berdua tidak secara intensif berkabar karena ada kalanya aku sibuk atau dia yang sibuk, pada intinya kami berdua hanyalah sebatas orang asing yang dipertemukan dan menjadi akrab di dunia maya, terlepas dari itu kami berdua masih tetap di cap sebagai 'orang asing' bukan? Chat dari dia selalu membuat ku senang dan dia selalu mengirim kan ku pap imut nya. Memang banyak hal-hal kecil yang ia lakukan kepadaku, hal kecil itu sangat berbeda bahkan bila dibandingkan dengan jutaan manusia di muka bumi ini hanya perilakunya lah yang membuatku menjadi merasa spesial. Hatiku selalu berdetak kencang ketika berinteraksi dengannya walau hanya sebatas virtual, apakah aku sudah mulai jatuh hati padanya? Atau aku hanya terbawa suasana karena sudah lama sendiri, entahlah. Tak lama dari itu kami resmi menjadi pasangan setelah beberapa kali melakukan suatu hal yg membuat kita berdua itu senang dengan satu sama lain . Meski hubungan ini virtual tetapi aku yakin suatu saat kami akan bertemu. Aku sangat menaruh harapan padanya agar bisa bertemu selayaknya pasangan pada umumnya, karena aku yakin bahwa jarak bukanlah suatu penghalang dan hingga saat ini kita masih tetap bersama karna satu sama lain yg selalu mengerti kedua nya.

Komentar